Jakarta, CNBC Indonesia- Tekanan di pasar keuangan Indonesia terus berlanjut imbas gejolak ekonomi global yang tak kunjung reda. Terpantau IHSG di perdagangan sesi I, Jum’at (31/05) anjlok ke bawah level 7.000 sementara Rupiah meski menguat tipis namun masih berada di posisi Rp16.200-an per Dolar AS.

Direktur PT Panin Asset Management, Rudiyanto menyebutkan pelemahan IHSG tidak lepas dari anjloknya saham BREN yang memiliki bobot pasar cukup besar perusahaan masuk papan pemantauan khusus dan ditransaksikan secara full call auction (FCA).

Selain itu rilis kinerja emiten yang dipandang kurang baik dan potensi turunnya kinerja sektor mikro imbas perubahan iklim serta mewabahnya judi online yang mengancam ekonomi RI menjadi sentimen penekan IHSG.

Di sisi lain sentimen eksternal terkait suku bunga The Fed yang belum jelas kapan dipangkas mendorong meningkatnya net sell dari pasar emerging termasuk Indonesia. Selain itu Rudyanto menduga keterlibatan AS di negara lain termasuk perang mendorong peningkatan pengeluaran AS sehingga membuat ekonomi masih kuat & The Fed sulit memangkas suku bunga.

Kondisi keterlibatan AS di perang global yang mendorong peningkatan kebutuhan anggaran membuat The Fed ‘mengobral’ obligasi, imbasnya harga US Treasury terus turun sehingga membuat tekanan ke mata uang global dan pasar modal negara asing meningkat.

Seperti apa analisis pelaku pasar melihat kelesuan di pasar keuangan RI? Selengkapnya simak dialog Safrina Nasution dengan Direktur PT Panin Asset Management, Rudiyanto dalam Power Lunch,CNBC Indonesia (Jum’at, 31/05/2024)

Saksikan live streaming program-program CNBC Indonesia TV lainnya di sini




Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *