Jakarta, CNBC Indonesia – Emiten produsen sepatu PT Sepatu Bata Tbk (BATA) mencatatkan perbaikan rugi tahun berjalan sebesar 48,96% pada tiga bulan pertama tahun 2024.

Merujuk pada laporan keuangan terbaru, rugi bersih perusahaan sepatu dan sandal ini per Maret 2024 tercatat sebesar Rp 13,85 miliar. Sementara di tahun 2023, perseroan membukukan rugi sebesar Rp 27,14 miliar.

Dari sisi top line, Perseroan membukukan penjualan sebesar Rp113,46 miliar atau turun 16,6% dari tahun lalu sebesar Rp 136,08 triliun. Sedangkan jumlah beban membaik menjadi Rp80,36 miliar dari sebelumnya Rp80,58 miliar.

Hampir seluruh penjualan atau 99,9% ditopang oleh penjualan domestik pihak ketiga sebesar Rp113,38 miliar. Adapun ekspor pihak berelasi sebesar Rp74,4 juta.

Per Maret 2024, perusahaan mencatatkan aset sebesar Rp665,93 miliar. Aset ini naik dari sebelumnya sebesar Rp585,74 miliar.

Sementara posisi liabilitas BATA sebesar Rp548,17 ‘miliar. Adapun ekuitasnya tercatat sebesar minus Rp117,76 miliar di tahun 2024.

Sebelumnya, PT Sepatu Bata Tbk (BATA) tengah disorot setelah pabrik sepatu Bata di Purwakarta dengan terpaksa ditutup karena penurunan permintaan sehingga mengakibatkan kerugian besar selama beberapa tahun terakhir.

Penutupan pabrik sepatu Bata di Purwakarta berimbas kepada pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap 233 pekerja.

Kondisi emiten BATA dalam beberapa tahun terakhir, terutama sejak pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) memang tidak baik-baik saja.

Pendapatan anjlok serta mencatatkan rugi. Bahkan setelah beberapa tahun ekonomi Indonesia, sebagai lead indicator emiten ritel, pendapatan BATA masih belum kembali ke posisi sebelum Covid-19.

Tidak hanya itu, tingkat utang BATA pun meningkat signifikan. Walaupun dengan rasio solvency masih berada di batas aman, namun peningkatan ini bisa menjadi alarm performa BATA untuk tahun-tahun berikutnya.

Apalagi seiring dengan utang yang meningkat, bunga utang tiap tahun yang harus dibayarkan pabrik sepatu yang sudah melegenda di Bumi Pertiwi pun semakin menggerus laba operasional.

BATA yang saat ini sedang menapaki jalan berbatu sejak Covid-19 juga harus menerima terjangan dari pelemahan ekonomi global dan harga murah di berbagai platformdigital.

[Gambas:Video CNBC]



Artikel Selanjutnya


Kerugian Waskita Bengkak 98,4% Sepanjang 2023 Jadi Rp 3,77 Triliun


(fsd/fsd)




Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *