Jakarta, CNBC Indonesia- Tekanan di pasar keuangan Indonesia terus berlanjut imbas gejolak ekonomi global yang tak kunjung reda telah mendorong tekanan di pasar saham hingga Rupiah. Mata uang Garuda pada perdagangan Jum’at (31/05) meski menguat tipis namun masih berada di posisi Rp16.200-an per Dolar AS.

Ekonom Bank CIMB Niaga, Mika Martumpal menilai pelemahan mata uang global terhadap Dolar AS disebabkan ekspetasi suku bunga The Fed yang masih tetap tinggi dan bertahan hingga September 2024.

Seperti apa analisa terhadap pelemahan Rupiah? Selengkapnya simak dialog Safrina Nasution dengan Ekonom Bank CIMB Niaga, Mika Martumpal dalam Power Lunch,CNBCIndonesia (Jum’at, 31/05/2024)

Saksikan live streaming program-program CNBC Indonesia TV lainnya di sini




Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *