Jakarta, CNBC Indonesia – Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI), Sunarso menunjukan komitmen perusahaan dalam mendukung pertumbuhan bisnis sektor Usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Indonesia.

Hal tersebut dibuktikan dengan porsi penyaluran kredit BRI ke UMKM yang masih mendominasi hingga mencapai 83,2%. Oleh karena itu, BRI pun terus mencermati kondisi konsumsi rumah tangga dan daya beli masyarakat dalam menopang pertumbuhan UMKM.

Di tengah tingginya tekanan daya beli dan konsumsi di masyarakat, sekaligus mengancam kualitas kredit, BRI pun merevisi panduan penyaluran pembiayaan agar kredit UMKM tetap tumbuh meski tidak agresif.

“Penting untuk kami cermati karena BRI ini kan lebih banyak menyalurkan kredit UMKM. Apalagi berdasarkan analisa kami, penggeraknya adalah daya beli dan konsumsi rumah tangga, jadi kalau permintaan di UMKM melemah, tapi pertumbuhan dipaksa agresif maka akan berdampak pada kualitas kredit itu sendiri,” jelas Sunarso kepada CNBC Indonesia dalam Money Talks, Kamis (30/5/2024).

BRI pun menargetkan pertumbuhan kredit di tahun ini sebesar 10-12% dengan NIM 7,6%-8%, cost of credit maksimal 3%, dan non performing loan (NPL) dijaga di bawah 3%.

“Kuncinya adalah efisiensi, kami lakukan adjusment, dengan tidak agresif di UMKM karena demand melemah, kami geser ke menengah bukan mikro,” tegas Sunarso.

Di sisi lain, dia juga menyebut akan tetap menjaga laba tetap positif meski bukan double digit.

“Kami akan jaga laba tetap positif, meski tidak belasan, karena dengan keadaan seperti ini yang bisa dikorbankan adalah profit,” pungkas Sunarso.

Untuk diketahui, penyaluran kredit BRI yang tercatat sebesar Rp 1.308,65 triliun, tumbuh 10,89% yoy pada periode Maret 2024. Dari jumlah tersebut, kredit UMKM tercatat sebesar Rp 1.089,41 triliun, atau menyumbang komposisi sebesar 83,28%.

Kualitas kredit pun terjaga dengan rasio kredit bermasalah atau NPL gross sebesar 3,27% dan NPL net sebesar 1% per Maret 2024. BRI juga mencatatkan NPL coverage sebesar 214,26%.

Pada penghimpunan dana, BRI berhasil mencatatkan total dana pihak ketiga sebesar Rp1.416,21 triliun, tumbuh 12,8% yoy. Dengan jumlah dana murah atau Current Account Saving Account (CASA) sebesar Rp873,3 triliun atau menyumbang orsi sebesar 61,67%.

Dengan begitu, rasio pinjaman terhadap simpanan atau loan to deposit ratio (LDR) BRI sebesar 83,28% per tiga bulan pertama tahun ini.

Aset BRI pun tercatat melonjak 9,3% yoy menjadi Rp 1.989,07 triliun pada kuartal I-2024.

[Gambas:Video CNBC]



Artikel Selanjutnya


Mantap! Tumbuh 10,7%, Kredit UMKM BRI Tembus Rp 1.068,7 T di 2023


(dpu/dpu)




Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *