Jakarta, CNBC Indonesia – Emiten Cinta Laura PT Maharaksa Biru Energi Tbk (OASA) dalam sepekan terakhir ambles 23,13% ke level 113. Angka ini sudah di bawah harga IPO Rp pada 18 Juli 2016, yakni Rp 190.

Pada perdagangan hari ini, hingga pukul 11.14 WIB saham OASAmerosot 11,5% ke Rp 100.

Sementara itu OASA mencatat peningkatan pendapatan bersih 121% secara tahunan (yoy) pada kuartal 1-2024, menjadi Rp 22,76 miliar. Hasilnya, laba bersih OASA tercatat sebesar Rp 1,11 miliar.

Direktur Utama OASA, Bobby Gafur Umar, menyatakan bahwa sejumlah proyek yang dicanangkan tahun lalu telah mulai beroperasi. Ke depan, pabrik biomassa di Pulau Bangka yang telah beroperasi, bersama dengan pabrik di Blora dan Banten yang segera dibangun, diharapkan menjadi pilar utama kinerja perseroan.

Perseroan yang komisarisnya merupakan artis Cinta Laura tersebut diketahui tengah mengembangkan bisnis woodchip sebagai salah satu bahan baku biomassa. Pabrik di Pulau Bangka berkapasitas 50.000 ton per tahun telah beroperasi.

Dengan kapasitas produksi awal 5.000 ton per bulan yang ditargetkan mencapai 180.000 ton per tahun, pabrik di Blora akan memasok biomassa untuk PLTU Rembang dan memproduksi Bio-Gas untuk ekspor ke Jepang.

“Kami dalam proses kerjasama pengembangan dengan lembaga keuangan dari luar negeri. Targetnya, pabrik Bio-LNG ini siap beroperasi sekitar akhir tahun 2025,” kata Bobby, dikutip dari keterangan resmi, Kamis, (30/5/2024).

OASA juga mengoperasikan pabrik biomassa di Pulau Bangka, yang merupakan pabrik biomassa terbesar di Indonesia. Kapasitas pabrik di Bangka Belitung akan meningkat dari 1.500 ton per bulan menjadi 6.000 ton per bulan, dengan target mencapai 200.000 ton per tahun.

Bobby berharap, kebijakan energi Indonesia yang akan mengandalkan energi terbarukan, bisa membawa berdampak positif pada kinerja Perseroan.

Pasalnya, Sepanjang tahun 2023, PLN menyerap biomassa sebanyak 1 juta ton untuk 43 PLTU, meningkat 71% dari 2022. Kebutuhan biomassa diprediksi terus meningkat, mencapai 2,4 juta ton pada 2024 dan 10,2 juta ton pada 2025.

Adapun OASA saat ini dikendalikan oleh Gafur Sulistyo Umar (55,58%). Selain itu PT And Indonesia Kapital menggenggam 5,23% dan publik 39,19%. 

[Gambas:Video CNBC]

(mkh/mkh)




Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *