Jakarta, CNBC Indonesia – Arab Saudi kemungkinan akan segera mengumumkan rencana untuk menjual sebagian saham Aramco senilai US$ 10 miliar hingga US$ 20 miliar atau mencapai Rp 325 triliun dalam waktu dekat. Aramco diketahui merupakan perusahaan minyak paling berharga di dunia.

Melansir Wall Street Journal, jika penjualan berhasil, transaksi ini akan mengurangi tekanan jangka pendek terhadap kerajaan untuk mengumpulkan dana untuk menyelesaikan mega proyek yang sudah direncanakan.

Diketahui, Arab Saudi memiliki banyak proyek besar termasuk kota baru dan maskapai penerbangan global, semuanya bertujuan untuk mendiversifikasi perekonomian yang saat ini masih terkonsentrasi di minyak. Negara ini juga melakukan telah menerbitkan obligasi sebesar US$ 12 miliar pada awal tahun ini dan telah mentransfer miliaran dolar dari cadangan mata uang asingnya ke dana kekayaan negara (sovereign-wealth fund).

Arab Saudi saat ini memiliki lebih dari 82% saham Saudi Arabian Oil Co., yang dikenal sebagai Aramco, yang terdaftar di bursa saham Tadawul di negara tersebut. Dana kekayaan kerajaan (Public Investment Fund/PIF) memiliki 16% lagi. Sisanya yakni kurang dari 2% dipegang oleh investor publik.

Rencana penjualan saham Ini masih bisa ditunda atau ditarik itu merupakan penawaran lanjutan. Aramco diketahui melakukan IPO pada tahun 2019 dan mengumpulkan US$ 29,4 miliar dalam penawaran umum perdana (IPO) terbesar di dunia. Penjualan saham senilai US$ 20 miliar akan menempatkannya di dekat puncak rekor penjualan saham, mendekati ukuran IPO Alibaba pada tahun 2014.

Besaran penawaran tersebut, kata beberapa orang, akan sangat bergantung pada minat investor internasional untuk mengambil saham Aramco dalam jumlah besar.

Arab Saudi, di bawah pemerintahan pemimpin de facto Putra Mahkota Mohammed bin Salman, telah mencoba menjual saham di Aramco selama beberapa tahun, dan berulang kali menunda rencana tersebut karena kondisi ekonomi dan pasar yang tidak menentu. Tampaknya waktu optimal telah tiba, dengan pasar saham global mendekati rekor tertinggi dan harga minyak acuan berada di atas US$ 80 per barel selama beberapa bulan.

Meski demikian, penggalangan dana tersebut hanya akan meningkatkan sebagian kecil dari biaya proyek dan inisiatif yang telah diumumkan Arab Saudi, yang jumlahnya bisa mencapai triliunan dolar jika dibangun secara penuh.

Ambisi MBS untuk Arab Saudi terlihat dari rencana kota berpenduduk sembilan juta jiwa yang mirip kota futuristik di fiksi ilmiah bernama Neom. Proyek senilai US$ 500 miliar ini menampilkan sepasang bangunan berlapis kaca sepanjang 110 mil yang lebih tinggi dari Empire State Building. MBS juga mendorong peluncuran maskapai penerbangan global dan memberi lampu hijau pada investasi besar di bidang olahraga dan video game.

Para pejabat Arab Saudi berharap mereka dapat menarik modal baru dengan memberikan kenyamanan bahwa pembayaran dividen Aramco yang stabil dan meningkat, yang jauh lebih menarik dibandingkan dengan pemain minyak global lainnya. Aramco menawarkan hasil dividen sekitar 6,5%, dengan perusahaan energi AS Exxon dan Chevron, yang masing-masing memberikan imbal hasil dividen sebesar 3,4% dan sedikit di atas 4%.

Penjualan saham minoritas tersebut diharapkan dapat dipasarkan kepada investor domestik dan internasional, kata salah satu sumber. Reuters sebelumnya melaporkan bahwa penjualan saham bisa terjadi paling cepat pada bulan Juni.

Sebelumnya dikabarkan, Arab Saudi bermaksud menjual saham Aramco senilai US$ 50 miliar. Target yang lebih kecil menunjukkan batasan yang dihadapi sistem keuangan negara yang relatif kecil. Penawaran yang terlalu besar berisiko membuat saham Aramco turun tajam.

Aramco memiliki nilai pasar sekitar US$ 1,9 triliun. Nilai tersebut lebih tinggi dari valuasi US$ 1,7 triliun yang dicapai setelah IPO tahun 2019 dan mendekati valuasi US$ 2 triliun yang disukai oleh MBS.

[Gambas:Video CNBC]


Artikel Selanjutnya


Prabowo Bagi Pengalaman Main Pasar Modal-Jawab Kritik Food Estate


(fsd/fsd)




Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *