Jakarta, CNBC Indonesia – Perusahaan asuransi jiwa, PT AIA Financial (AIA) mencatatkan laba setelah pajak sebesar Rp1,6 triliun. Dalam laporan keuangan tahun 2023, AIA memperoleh total laba komprehensif sebesar Rp918 miliar.

Presiden Direktur AIA, Sainthan Satyamoorthy mengatakan, capaian tersebut berasal dari total pendapatan premi yang sebesar Rp10 triliun, dan rasio Risk Based Capital (RBC) sebesar 434% untuk bisnis konvensional, 3146% untuk dana tabarru syariah dan 12584% untuk dana Operator Syariah.

“AIA mencatat rasio solvabilitas di atas regulasi. Rasio solvabilitas merupakan tolok ukur dari kecukupan aset dalam memenuhi komitmen kepada pemegang polis. Hal ini menunjukkan kesehatan keuangan AIA yang kuat sebagai perusahaan asuransi jiwa dan menempatkannya sebagai salah satu pemimpin industri dengan tingkat modal solvabilitas yang kokoh,” ujarnya dalam keterangan resminya, Kamis (30/5).

Di sisi lain, AIA mengelola total uang pertanggungan (UP) sejumlah Rp749 triliun, meningkat sebesar 37% selama 5 tahun terakhir. Pertumbuhan total jumlah uang Pertanggungan menunjukkan kepercayaan dari nasabah atas reputasi AIA sebagai perusahaan asuransi jiwa yang terpercaya di Indonesia.

Ia juga mengungkapkan, selama lima tahun terakhir ini, AIA telah membayarkan total kumulatif klaim dan manfaat asuransi sebesar Rp49 triliun.

“Sebagai pemimpin di industri dalam pengembangan produk, AIA terus menciptakan inovasi produk berdasarkan aspirasi dan kebutuhan nasabah di berbagai segmen, termasuk High Net Worth yang merupakan salah satu segmen utama dalam bisnis dan telah menjadi keahlian perusahaan,” pungkasnya.

[Gambas:Video CNBC]



Artikel Selanjutnya


Video: Industri Didorong Bertransformasi, Asuransi Siap Perkuat Bisnis


(ayh/ayh)




Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *