Jakarta, CNBC Indonesia – Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) mencatat total pendapatan industri asuransi sepanjang kuartal 1-2024 sebesar Rp 60,71 triliun atau meningkat sebesar 11,7% year on year (yoy).

Ketua Dewan Pengurus AAJI Budi Tampubolon mengatakan, angka ini didorong oleh pendapatan premi industri asuransi jiwa yang mencapai Rp 46 triliun atau meningkat 0,9% secara tahunan.

Sementara untuk total tertanggung, sampai dengan Maret 2024, terdapat sebanyak 81,76 juta orang dengan total uang pertanggungan sebesar Rp. 5.495,88 triliun.

“Sementara sumber pendapatan lain seperti hasil investasi juga tercatat positif dengan total pendapatan hasil investasi sebesar Rp. 12,32 triliun atau meningkat 99,8% jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2023,” ungkap Budi dikutip dari keterangan resmi, Rabu, (29/5/2024).

Lebih rinci, Kepala Departemen Insurtech AAJI Hengky Djojosantoso mengatakan, total investasi industri asuransi jiwa mencapai Rp542,95 triliun, meningkat 1,6% dibanding periode yang sama tahun 2023.

Sampai dengan Maret 2024, penempatan aset investasi industri asuransi jiwa masih didominasi oleh instrumen SBN dengan porsi 35% atau sebesar Rp. 189,82 triliun. Hal ini sesuai regulasi yang mendorong penempatan dana lebih banyak di SBN.

“Kami melihat SBN cocok dengan karakteristik kontrak jangka panjang asuransi jiwa, dan peningkatan ini mengukuhkan dukungan industri asuransi jiwa pada pembangunan jangka panjang pemerintah,” pungkas Hengky.

[Gambas:Video CNBC]



Artikel Selanjutnya


Kondisi AJB Bumiputera 2023, Rugi dan Rasio Kesehatan Memburuk


(ayh/ayh)




Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *