Jakarta, CNBC Indonesia – Transisi energi merupakan salah satu isu paling penting untuk segera dilaksanakan dan dalam keberjalanannya memerlukan peran dan kesediaan sejumlah pihak, termasuk dari sektor perbankan.

Executive Director Global Financial Markets PT DBS Indonesia, M Suryo Mulyono secara gamblang menyebutkan upaya transisi dan segala kebijakan yang mengikuti membutuhkan pendanaan, dengan angka yang cukup signifikan.

“Saya ingin refleksi kemarin di akhir 2023, Presiden Jokowi menyebut Indonesia butuh dana sekitar US$ 1 triliun untuk bisa mencapai net zero emission (NZE) 2060,” ujar Suryo dalam Green Economic Forum 2024 CNBC Indonesia di Hotel Kempinski, Rabu 29 Mei 2024.

Dirinya melanjutkan kebutuhan dana US$ 1triliun tersebut pasti membutuhkan peran sektor swasta yakni perbankan dan pelaku industri finansial lainnya.

Peran perbankan utamanya adalah dengan menyediakan pendanaan berkelanjutan yang saat ini nilainya masih kurang dari pendanaan konvensional, sehingga Suryo menganggap ini dapat menjadi sinyal positif dengan adanya potensi besar ke depan.

“Orang selalu bicara NZE, tapi kita ga bisa berubah dari yg sekarang menjadi NZE degan sekejap mata,” jelas Suryo.

Dirinya juga menyebut, DBS saat ini fokus menjadi transisional partner dengan memberikan saran dan membantu para klien maupun seluruh pemangku kepentingan yang memiliki visi transisi energi menuju bumi yang lebih hijau.

“Untuk transisi itu banyak sekali tahapnya ga langsung berubah dan kita berusaha memberikan best practice sharing,” sebut Suryo.

[Gambas:Video CNBC]



Artikel Selanjutnya


Gibran Singgung CCS di Debat, Seberapa Efektif Untuk Transisi Energi?


(fsd/fsd)




Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *