Jakarta, CNBC Indonesia – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terpantau berhasil melesat lebih dari 1% pada perdagangan sesi I Selasa (28/5/2024), di tengah minimnya sentimen pasar dari Amerika Serikat (AS) pada Senin kemarin karena pasar saham AS sedang libur memperingati Hari Memorial.

Hingga pukul 12:00 WIB, IHSG melonjak 1,13% ke posisi 7.257,79. Meski berhasil melesat, tetapi IHSG belum mampu untuk kembali menyentuh level psikologis 7.300.

Nilai transaksi indeks pada sesi I hari ini sudah mencapai sekitar Rp 6,6 triliun dengan volume transaksi mencapai 11 miliar lembar saham dan sudah ditransaksikan sebanyak 599.067 kali.

Secara sektoral, sektor bahan baku menjadi penopang terbesar IHSG di sesi I hari ini, yakni mencapai 2,87%.

Selain itu, beberapa saham menjadi penopang IHSG pada sesi I hari ini. Berikut daftarnya.


Saham pertambangan mineral Grup Salim yakni PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) menjadi penopang terbesar IHSG di sesi I hari ini yakni hingga mencapai 13,6 indeks poin.

IHSG berhasil melesat meski sentimen pasar pada hari ini cenderung minim karena tidak adanya rilis data-data ekonomi penting. Situasi geopolitik juga relatif tidak bergejolak.

Namun, sentimen dari pidato beberapa pejabat bank sentral Amerika Serikat (AS), Federal Reserve (The Fed) terus berlanjut. Selain pidato dari beberapa pejabat The Fed. Investor masih menanti rilis data inflasi PCE AS dan inflasi Uni Eropa periode April 2024 yang akan dirilis pada Jumat mendatang.

Investor memperkirakan inflasi PCE AS kali ini kembali mengalami kenaikan sebesar 0,3% pada bulan lalu, berdasarkan survei Reuters, menjaga laju tahunan di 2,8%, dengan risiko ke sisi negatifnya.

Sementara itu, inflasi Eropa pada Mei 2024 diperkirakan sedikit naik menjadi 2,5%, setelah sempat stabil di 2,4% pada April lalu. Meski inflasi Eropa diprediksi sedikit memanas, tetapi posisinya sudah mendekati target bank sentral Eropa (European Central Bank/ECB) di 2%.

Bahkan, beberapa pejabat ECB sudah ada yang memperkirakan bahwa suku bunga dapat dipangkas jika inflasi relatif lebih stabil mendekati 2%.

Olli Rehn, anggota dewan pemerintahan ECB yang juga menjabat sebagai kepala bank sentral Finlandia (Suomen Pankki), menekankan inflasi di kawasan euro turun secara “berkelanjutan.”

Dia menambahkan bahwa pada Juni mendatang waktunya sudah tiba untuk melonggarkan kebijakan moneter dan mulai menurunkan suku bunga.

Sementara itu, Kepala Ekonom ECB, Philip Lane mengatakan dalam sebuah wawancara dengan Financial Times bahwa jika ada kejutan besar, pada saat ini dia melihat cukup banyak hal yang bisa menghilangkan pembatasan tingkat atas.

Dengan adanya sedikit kabar baik dari Eropa tersebut, maka sejatinya ada sedikit sentimen positif yang dapat menggerakan IHSG pada hari ini.

CNBC INDONESIA RESEARCH

[email protected]

Sanggahan: Artikel ini adalah produk jurnalistik berupa pandangan CNBC Indonesia Research. Analisis ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investasi terkait. Keputusan sepenuhnya ada pada diri pembaca, sehingga kami tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan tersebut.

[Gambas:Video CNBC]


Artikel Selanjutnya


IHSG Balik Bergairah Lagi, 7 Saham Ini Jadi Penggeraknya


(chd/chd)




Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *