Jakarta, CNBC Indonesia – Metro Pacific Tollways Indonesia Services (MPTIS), pemegang saham pengendali PT Nusantara Infrastructure Tbk (META) mengumumkan jadwal terbaru periode penawaran tender sukarela META. Dengan ini, tender offer META dipercepat.

Jangka waktu penawaran tender sukarela yang sebelumnya diperpanjang hingga 19 Juni 2024 kini direvisi menjadi 14 Juni 2024. Dengan demikian, penerimaan terakhir penawaran tender yang semula diperpanjang hingga 19 Juni 2024 juga dipercepat menjadi 14 Juni 2024.

“Selain itu, pembayaran harga penawaran tender yang sebelumnya dijadwalkan pada 28 Juni 2024 dimajukan menjadi 25 Juni 2024,” sebagaimana tertuang dalam keterbukaan informasi BEI, dikutip Senin, (27/5/2024).

Para pemegang saham yang belum memiliki formulir penawaran tender sukarela, atau yang memerlukan informasi lebih lanjut, dapat menghubungi PT BCA Sekuritas dan Biro Administrasi Efek PT Adimitra Jasa Korpora.

Tender offer ini melibatkan sebanyak 4,49 miliar saham META, yang mewakili 25,35% dari total saham yang beredar. Langkah ini merupakan bagian dari kewajiban MPTIS sebagai pengendali untuk mengubah status META menjadi perusahaan tertutup.

Seperti diberitakan sebelumnya, Nusantara Infrastructure akan segera melakukan perubahan status dari sebelumnya perusahaan publik menjadi perusahaan tertutup atau go private (delisting).

Harga Penawaran sebagaimana dimaksud akan menggunakan formula yang ditetapkan dalam Pasal 79 jo. Pasal 76 POJK No. 3/2021, di mana harga penawaran akan lebih tinggi dari harga rata-rata tertinggi perdagangan harian di BEI dalam jangka waktu 90 hari terakhir sebelum pengumuman RUPS untuk perubahan status Perseroan dari perusahaan terbuka menjadi perusahaan tertutup.

Harga Rp 250 per saham tersebut merupakan harga premium yang 34% lebih tinggi dari harga rata-rata harga tertinggi perdagangan harian di BEI dalam jangka waktu 90 hari terakhir sebelum pengumuman RUPS untuk Rencana go private (yaitu Rp187 per saham).

Alasan-alasan rencana go private META di antaranya, setelah Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu atau Rights Issue di tahun 2010 dan 2018, perseroan tidak melakukan penggalangan dana (capital raising) dari pasar modal dan tidak ada rencana untuk melakukannya di masa depan.

Selain itu, kinerja keuangan per 30 Juni 2023 dan 30 September 2023 perseroan merugi, perseroan tidak memberikan dividen kepada pemegang sahamnya setelah tahun buku 2018.

Selain itu, terdapat rencana pengembangan di anak usaha sektor jalan tol yang membutuhkan pendanaan besar (capital intensive) dan karakteristik usaha tersebut membutuhkan periode yang lama untuk menghasilkan imbal balik investasi (return on investment) dan sebagai akibatnya dapat menambah jangka waktu lebih panjang lagi untuk dapat memberikan dividen kepada pemegang sahamnya.

[Gambas:Video CNBC]



Artikel Selanjutnya


Soal Harga Tender Offer META Rp 250/Saham, IIF Klaim Sudah Cuan


(mkh/mkh)




Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *