Jakarta, CNBC Indonesia- Sekjen Gabungan Perusahaan Ekspor Indonesia (GPEI), Toto Dirgantoro mengatakan penepatan Devisa Hasil Ekspor di dalam negeri saat ini masih sangat tergantung dengan sektor bisnis. Bagi sektor SDA aturan kewajiban DHE cukup efektif, namun bagi sektor yang masih tergantung pinjaman luar negeri dan impor bahan baku maka aturan ini cukup sulit diimplementasikan.

GPEI berharap revisi aturan DHE lewat PP No. 22/2024 mempertimbangkan faktor sektoral, utamanya manufaktur karena cukup memberatkan pelaku usaha.

Sementara Chief Economist BCA, David Sumual menyebutkan daya tarik instrumen penempatan DHE dalam negeri sangat mempengaruhi keberhasilan PP 22/2024. Selain itu diperlukan pendalaman pasar keuangan sehingga memudahkan eksportir memitigasi fluktuasi nilai tukar.

Seperti apa upaya yang diperlukan untuk memastikan efektivitas aturan DHE? Selengkapnya simak dialog Syarifah Rahma dengan Chief Economist BCA, David Sumual dan Sekretaris Jenderal Gabungan Perusahaan Ekspor Indonesia (GPEI), Toto Dirgantoro dalam Power Lunch CNBC Indonesia, Senin (27/05/2024)

Saksikan live streaming program-program CNBC Indonesia TV lainnya di sini




Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *