Jakarta, CNBC Indonesia – Bursa Efek Indonesia (BEI), mengentikan sementara perdagangan saham atau mengenakan suspensi terhadap emiten milik Ricky Harun, PT HK Metals Utama Tbk (HKMU) yang tercatat pada papan pemantauan khusus.

Mengutip keterbukaan informasi BEI, PT HK Metals Utama Tbk telah dikenakan Notasi Khusus selama lebih dari 1 tahun berturut-turut sejak tanggal 23 Mei 2023, sehingga BEI memutuskan untuk melakukan penghentian sementara perdagangan efek kepada PT HK Metals Utama Tbk di Seluruh Pasar sejak Sesi I Perdagangan hari Senin, 27 Mei 2024.

“Maka dapat kami sampaikan bahwa Perseroan saat ini masih dalam penghentian sementara perdagangan Efek (Suspensi) di pasar reguler dan pasar tunai,” tulis manajemen BEI, Senin (27/5).

Selanjutnya, Bursa meminta kepada pihak yang berkepentingan untuk selalu memperhatikan keterbukaan informasi yang disampaikan oleh perusahaan tercatat.

Sebelumnya, BEI juga memberikan peringatan pada emiten terafiliasi Ricky Harun atau Ricky Childnady Pratama, PT HK Metals Utama Tbk. (HKMU) yang berpotensi delisting atau penghapusan saham di lantai pasar modal Indonesia.

Mengutip keterbukaan informasi BEI, hal tersebut berdasarkan pengumuman Bursa Efek Indonesia (Bursa) No. Peng-SPT-00005/BEI.PP1/07-2023, Peng-SPT-00013/BEI.PP2/07-2023, Peng-SPT-00008/BEI.PP3/07-2023 tanggal 3 Juli 2023 perihal Penyampaian Laporan Keuangan Auditan yang Berakhir per 31 Desember 2022.

Saat ini HKMU telah ditinggal oleh pemegang saham pengendali (PSP). Per 31 Januari 2022, PT Hyamns Sukses Abadi (HSA) sudah tidak lagi tercatat sebagai pengendali.

Per 31 Maret 2023, sebanyak 99,9% saham HKMU dipegang oleh masyarakat dan 0,1% sisanya Rudi Ramdhani Firmansyah.

Susunan Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan berdasarkan Laporan Keuangan per 31 Maret 2023 adalah sebagai berikut:

Komisaris Utama dan Komisaris Independen: Aryo Widiwardhono
Komisaris: Ricky Childnady Pratama

Direktur Utama: Muhamad Kuncoro
Direktur: Pratama Girindra Wirawan
Direktur: Muhamad Ade Kurniawan
Direktur: Wiwi Suprihatno
Direktur: Jodi Pujiyono

[Gambas:Video CNBC]



Artikel Selanjutnya


4 Saham Emiten Prajogo Merana Lagi, Pesta Sudah Berakhir?


(ayh/ayh)




Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *