Jakarta, CNBC Indonesia – PT Indofarma Tbk (INAF) dan anak perusahaan tengah tersangkut kasus indikasi penyimpangan yang menyebabkan kerugian negara sebesar Rp371,8 miliar.

Kasus ini mencuat setelah Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Investigatif atas Pengelolaan Keuangan atas PT Indofarma Tbk. dan anak perusahaan tersebut diserahkan Wakil Ketua BPK, Hendra Susanto kepada Jaksa Agung, ST Burhanuddin di Kejaksaan Agung RI, Senin (20/5/2024).

Pemeriksaan ini merupakan inisiatif BPK yang berasal dari pengembangan hasil pemeriksaan Kepatuhan atas Pengelolaan Pendapatan, Beban, dan Kegiatan Investasi Tahun 2020 s.d Semester I Tahun 2023 pada PT Indofarma Tbk, Anak Perusahaan dan Instansi Terkait.

Sebagai BUMN yang melantai di bursa, INAF berkewajiban untuk melaporkan kinerja keuangannya setiap kuartal dalam Keterbukaan Informasi BEI. Laporan keuangan tersebut pun telah melalui tahap audit dari auditor independen.

Auditor independen bekerja secara bebas dari pengaruh manajemen perusahaan untuk menjaga objektivitas dan integritas hasil audit mereka. Sehingga, mereka bisa menilai kewajaran laporan keuangan dan memberi opini audit secara objektif.

Lantas, siapa saja auditor independen yang pernah menggarap audit laporan keuangan INAF pada periode 2020-semester 1 2023? berikut rinciannya.

Daftar Auditor INAF

Melansir laporan keuangan tahunannya, pada periode 2020, INAF mempercayakan auditnya kepada Kantor Akuntan Publik (KAP) Hendrawinata Hanny Erwin & Sumargo, di bawah bendera firma akuntan Kreston HHES.

Dalam tersebut, KAP Kreston HHES memberi pernyataan opini tanpa modifikasi atas laporan keuangan tersebut pada tanggal 30 Juni 2020.

Pada tahun 2021, audit laporan keuangan INAF kembali dipegang oleh KAP Kreston HHES. Sama seperti tahun sebelumnya, laporan keuangan INAF mendapat opini wajar.

“Menurut opini kami, informasi keuangan entitas induk disajikan secara wajar, dalam semua hal yang material, berkaitan dengan laporan keuangan konsolidasian terlampir,” sebagaimana dikutip dari laporan keuangan di keterbukaan informasi BEI.

Kendati demikian, dalam laporan keuangan tahun 2022 yang juga ditangani oleh Kreston HHES, terdapat bahasa berbeda. Dalam laporan keuangan tersebut tertulis:

“Hal-hal yang dikomunikasikan kepada pihak yang bertanggung jawab atas tata kelola, kami menentukan hal-hal tersebut yang paling signifikan dalam audit atas laporan keuangan konsolidasian periode kini dan oleh karenanya menjadi hal audit utama.”

“Kami menguraikan hal audit utama dalam laporan auditor kami, kecuali peraturan perundang-undangan melarang pengungkapan publik tentang hal tersebut atau ketika, dalam kondisi yang sangat jarang terjadi, kami menentukan bahwa suatu hal tidak boleh dikomunikasikan dalam laporan kami karena konsekuensi merugikan dari mengomunikasikan hal tersebut akan diekspektasikan secara wajar melebihi manfaat kepentingan publik atas komunikasi tersebut,” ujarnya.

Sementara itu, untuk laporan keuangan di triwulan pertama tahun 2023, terpantau hanya ada laporan keuangan interim yang tidak diaudit di situs BEI.

Kemelut Indofarma ini disinyalir berdampak pada menunggaknya gaji karyawan. Wakil Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Kartika Wirjoatmodjo buka-bukaan perihal situasi terkini yang membelit PT Indonesia Farma Tbk. (Indofarma), anak usaha PT Bio Farma (Persero), yang berbisnis di bidang farmasi dan alat kesehatan.

Khusus tunggakan gaji karyawan, Tiko, sapaan akrab Kartika, tidak hafal secara perinci terkait hal tersebut. “Saya nggak hapal ya. Tapi kita lagi proses PKPU (Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang),” katanya usai menghadiri Peluncuran Transformasi BULOG di Kartika Expo, Balai Kartini, Jakarta, Rabu (22/5/2024).

Tiko menekankan kalau PKPU menjadi fokus saat ini. Paralel dengan itu, fraud di tubuh perseroan juga ditangani. “Setelah ini kita hitung ulang berapa kebutuhannya untuk pegawai,” ujar Tiko.

Sebelumnya, Staf khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga mengungkapkan jika sejak tahun lalu pembayaran gaji karyawan Indofarma bermasalah dan tersendat. Namun, Ia mengatakan jika permasalahan tersebut dibantu oleh induk perusahaan Indofarma, yakni Biofarma.

“Ya sekarang sudah mulai ngadet karena sudah terlalu banyak uang Bio Farma yang disedot oleh Indofarma, paham ya?,” ujar Arya kepada media, Selasa (22/5/2024).

[Gambas:Video CNBC]



Artikel Selanjutnya


Indofarma (INAF) Tak Bisa Bayar Gaji-THR dan Cerita Mundurnya Komut


(haa/haa)




Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *