Jakarta, CNBC Indonesia – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sedang tidak baik-baik saja. Tanpa dukungan saham-saham grup Prajogo Pangestu posisi IHSG sebenarnya belum bisa mencapai level 7000.

Lonjakan saham Prajogo Pangestu yang luar biasa membuat beberapa saham-nya seperti BREN dan TPIA menembus posisi top 10 market cap di bursa. Hal ini membuat gerak IHSG sangat ketergantungan.

BREN tercatat memiliki kapitalisasi pasar Rp 1.501,75 triliun menempati tahta tertinggi di bursa , sedangkan TPIA Rp 787,26 triliun berada di urutan ke-tiga. Sebanyak tiga emiten Prajogo lain juga memiliki kapitalisasi pasar yang tidak kecil. Bila ditotal kapitalisasi pasar emiten Prajogo mencapai Rp 2.510,44 triliun atau setara 20,24% dari total market cap pada sesi I hari ini, Rabu (22/5/2024).

Dengan demikian, bisa dibilang saham-saham Prajogo saat ini menjadi penggerak utama IHSG. Jika di antara saham Prajogo tersebut terbang, maka IHSG juga berpotensi melesat, begitu juga sebaliknya.

Menurut Verdhana Research, pergerakan IHSG saat ini sangat bergantung terhadap gerak dua grup, yakni grup saham perbankan besar dan “saham gorengan” yang dicatat ada tujuh, meski tidak dirinci spesifik dari emiten siapa saja.

Pergerakan IHSG tanpa grup bank big caps dan Foto: Verdhana Research
Pergerakan IHSG tanpa grup bank big caps dan “saham gorengan”

Dari grafik di atas terlihat, bahwa sebenarnya IHSG jika tanpa gabungan tujuh saham “gorengan” masih berada di angka 6117, sementara jika dikeluarkan 4 saham big bank, IHSG malah masih berada di 5750.

Ketergantungan IHSG terhadap sejumlah saham yang berkapitalisasi besar tetapi geraknya diraih dalam waktu singkat menunjukkan kondisi yang sebenarnya sedang tidak baik-baik saja. 

CNBC INDONESIA RESEARCH

[Gambas:Video CNBC]



Artikel Selanjutnya


Video: Kompak Rontok, Saham Milik Prajogo Pangestu Masih Greget?


(tsn/tsn)




Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *