Jakarta, CNBC Indonesia – Bank Indonesia mencatat pertumbuhan kredit per April 2024 sebesar 13,09% secara tahunan (yoy).  Angka pertumbuhan tersebut merupakan rekor tertinggi sejak Oktober 2018. 

Hal itu seiring dengan menguatnya permintaan pembiayaan dari debitur dan penawaran dari bank.

Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan bahwa dari sisi permintaan, pertumbuhan kredit ditopang oleh kinerja korporasi. Hal ini terlihat dari kredit investasi dan modal kerja yang tumbuh lebih tinggi, yakni 15,69% yoy dan 13,25% yoy. Pada periode yang sama kredit konsumsi naik 10,34% yoy.

“BI akan terus perkuat efektivitas implementasi kebijakan makroprudensial yang akomodatif dan memperkuat sinergi dengan KSSK, perbankan, dan pelaku usaha untuk mendukung kredit, untuk dukung pertumbuhan ekonomi berkelanjutan,” katanya dalam konferensi pers hasil Rapat Dewan Gubernur, Rabu (22/5/2024).

Lebih rinci, pembiayaan syariah tumbuh lebih tinggi, yakni 14,88% yoy. Sementara itu kredit UMKM tumbuh 7,3% yoy. “Dengan perkembangan tersebut pertumbuhan kredit 2024 diperkirakan akan terus meningkat menuju batas atas kisaran prakiraan 10%-12%,” katanya. 

Adapun Perry melanjutkan bahwa pertumbuhan kredit diikuti dengan kualitas kredit yang terjaga. Rasio kredit bermasalah atau nonperforming loan (NPL) gross 2,25% dan neto 0,77%.

[Gambas:Video CNBC]



Artikel Selanjutnya


Target OJK 2024: Kredit Bank Tumbuh 9%-11%, DPK 6%-8%


(mkh/mkh)




Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *