Jakarta, CNBC Indonesia – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terpantau masih bergairah pada perdagangan sesi II Rabu (22/5/2024), pasca pengumuman keputusan suku bunga terbaru Bank Indonesia yang tetap di angka 6,25%.

Per pukul 14:09 WIB, IHSG menguat 0,53% ke posisi 7.223,92. IHSG pun kembali menembus level psikologis 7.200.

Nilai transaksi indeks pada perdagangan sesi II hari ini sudah mencapai sekitar Rp 6,2 triliun dengan melibatkan 10 miliaran saham yang berpindah tangan sebanyak 673.994 kali.

Secara sektoral, sektor teknologi menjadi yang paling kencang penguatannya dan membantu IHSG menguat yakni mencapai 1,92%

Di lain sisi, beberapa saham terpantau melesat saat IHSG menguat. Berikut daftarnya.

Emiten Kode Saham Harga Saham Terakhir Perubahan
Astrindo Nusantara Infrastruktur BIPI 78 27,87%
Bank Neo Commerce BBYB 268 15,52%
Dewi Shri Farmindo DEWI 74 8,82%
Pyridam Farma PYFA 124 6,90%
Sumber Mineral Global Abadi SMGA 95 6,74%

Sumber: RTI

Di posisi pertama ada emiten infrastruktur energi yakni PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk (BIPI) yang meroket 27,87% ke posisi Rp 78/saham. Belum diketahui pasti penyebab melesatnya saham BIPI, meski harga minyak global sedang melemah.

Kemudian di posisi kedua terdapat emiten bank digital yakni PT Bank Neo Commerce Tbk (BBYB), yang melejit hingga 15,52% menjadi Rp 268/saham. Melesatnya saham BBYB terjadi setelah perseroan melaporkan kinerja keuangannya pada kuartal pertama 2024.

Pada kuartal I-2024, laba bersih BBYB mencapai Rp 14,23 miliar, lebih baik dibandingkan periode yang sama di tahun lalu yang membukukan kerugian sebesar Rp 68,40 miliar.

Hal ini salah satunya disebabkan karena rasio beban operasional pendapatan operasional (BOPO) BBYB tercatat mengalami penurunan sebesar 7,91% menjadi sebesar 98,83% pada kuartal I-2024, dari sebelumnya sebesar 106,74% pada periode yang sama di tahun 2023.

Menurut perseroan, penurunan nilai BOPO pada kuartal I-2024 merupakan hasil dari berbagai efisiensi dalam operasional perbankannya sejak awal 2023 hingga saat ini.

Langkah efisiensi tersebut dilakukan dengan menerapkan kegiatan promosi yang lebih tepat sasaran, berfokus pada peningkatan layanan dengan produk dan fitur yang lengkap, meningkatkan kualitas kredit, meningkatkan risk awareness, dan manajemen risiko yang lebih baik.

Dari kinerja intermediasi, BBYB menyalurkan kredit sebesar Rp 9,40 triliun di kuartal I-2024, turun 13,87% dari periode yang sama di tahun sebelumnya yang sebesar Rp 10,91 triliun.

CNBC INDONESIA RESEARCH

[email protected]

Sanggahan: Artikel ini adalah produk jurnalistik berupa pandangan CNBC Indonesia Research. Analisis ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investasi terkait. Keputusan sepenuhnya ada pada diri pembaca, sehingga kami tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan tersebut.

[Gambas:Video CNBC]



Artikel Selanjutnya


Pasca Debat Capres, 6 Saham Ini Ngegas! Ada Emiten Salim


(chd/chd)




Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *