Badung, CNBC Indonesia – Direktur Jenderal Pembiayaan Infrastruktur Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Herry Trisaputra Zuna mengungkapkan pentingnya proses estafet pembiayaan dalam proyek pengadaan air penting melalui Global Water Fund. Inisiatif ini telah dibahas di high level meeting World Water Forum ke-10 dan nantinya akan diajukan ke PBB.

Kehadiran Global Water Fund ini diharapkan mampu mengatasi ketimpangan terhadap pembiayaan infrastruktur air dan sanitasi.

Herry mengungkapkan tantangan besarnya kebutuhan pendanaan untuk mencapai SDGs ke-6 terkait air. Sementara alokasi yang digunakan untuk sektor ini hanya 2% sehingga ada gap yang sangat besar dari sisi kebutuhan dan pemenuhan dananya.

“Pemerintah Indonesia melihat perlu ada Global Water Fund. Jadi negara anggota punya sumber untuk mengatasi permasalahan air di masing-masing negara. Lingkup yang diharapkan bisa di-cover dari hulu ke hilir,” kata Herry, Rabu (22/5/2024).

Dana Global Water Fund bisa mencakup penyiapan project yang memiliki gap pendanaan yang besar. Selain itu juga bisa tetap beriringan dengan pendanaan dari sektor swasta.

“Sebagai fund bisa masuk sebagai equity, dan untuk pinjaman bisa memanfaatkan lembaga pembiayaan lainnya,” ungkapnya.

Pengelolaan air dunia memiliki banyak tantangan dan masih menghadapi ketimpangan. Dia mencontohkan baru 1,2% dana publik yang dialokasikan untuk sektor air, atau lebih rendah dibandingkan belanja modal sektor lain, seperti energi dan transportasi.

Hingga kini ada 2,2 miliar orang masih belum memiliki akses kepada air minum yang aman, dan 3,5 miliar orang masih belum mendapatkan akses sanitasi yang baik. Akibatnya, kerugian ekonomi mencapai US$ 260 miliar akibat kesenjangan pasokan air dan sanitasi, US$ 94 miliar akibat ketidakpastian pasokan air pada irigasi, dan US$ 120 miliar akibat banjir yang melanda perkotaan dan pemukiman.

Hadirnya Global Water Fund diharapkan bisa mengurangi ketergantungan pada bantuan luar negeri bagi negara berkembang. Selain itu juga bisa mendorong sektor swasta yang efisien dalam melakukan distribusi air, memanfaatkan kontribusi filantropis serta memfasilitasi pertukaran pengetahuan. Terakhir, meningkatkan tata kelola penyediaan infrastruktur terkait air.

Dana Air Global diharapkan dapat menarik investasi jangka panjang berskala besar dan padat modal untuk infrastruktur air. Kehadirannya pun akan berbeda dengan lembaga keuangan lainnya, karena fokusnya sepenuhnya pada pengelolaan dan pembangunan air di negara yang membutuhkan.

“Indonesia sendiri butuh (Global Water Fund) kalau bangun sendiri kan biayanya berapa,” kata Herry lagi.

Sementara itu, Menteri Keuangan Republik Indonesia Sri Mulyani Indrawati menekankan bahwa air adalah aspek penting dalam kehidupan masyarakat sehingga pemerintah telah mengalokasikan sekitar 3,4% dari APBN untuk itu. Namun, ia menilai jumlah tersebut masih tergolong kecil jika dibandingkan dengan kebutuhan investasi tahunan di bidang air dan sanitasi.

“Dana yang berasal dari pemerintah saja tidak akan memadai. Oleh karena itu, banyak ikhtiar dilakukan, mulai dari level lokal, bahkan hingga desa, sampai ke level nasional dan dunia,” kata Sri Mulyani.

Dia menjelaskan bahwa Indonesia mendorong adanya Global Water Fund atau platform pembiayaan air dunia. Pemerintah terus mengupayakan pendanaan global tersebut dengan membahasnya bersama para pemangku kepentingan dari berbagai negara dan organisasi.

Lebih lanjut, dia menambahkan, kolaborasi antara pemerintah dan pihak swasta dibutuhkan untuk mewujudkan ketahanan air dan sanitasi yang layak. World Water Forum ke-10 diharapkan dapat menjadi wadah untuk merumuskan skema pendanaan air yang efektif dan berkelanjutan.

“Banyak lembaga internasional yang memiliki perhatian terhadap air, seperti World Bank, ADB, African Development Bank, AIIB, European Investment Bank, dan lain-lain. Mereka pasti memiliki portofolio yang berhubungan dengan air dan sanitasi,” tuturnya.

Sebagai informasi, World Water Forum ke-10 akan berlangsung hingga 25 Mei 2024 di Bali dengan tema Water for Shared Prosperity atau Air untuk Kesejahteraan Bersama. Adapun untuk informasi lebih lengkapnya bisa kunjungi halaman resmi World Water Forum.

[Gambas:Video CNBC]

(dpu/dpu)




Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *