Jakarta, CNBC Indonesia – Bursa Efek Indonesia (BEI) resmi menjatuhkan sanksi Peringatan Tertulis dan Denda sejumlah Rp25.000.000 kepada PT Minna Padi Investama Sekuritas Tbk.

Melalui keterbukaan informasi BEI, pengenaan sanksi ini didasari dari hasil pemantauan dan pemeriksaan Bursa dimana Perusahaan menyajikan Laporan Modal Kerja Bersih Disesuaikan (MKBD) secara tidak akurat.

“Karena berdasarkan hasil pemantauan dan pemeriksaan Bursa diketahui bahwa Perusahaan menyajikan Laporan MKBD secara tidak akurat,” ujar Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa BEI Irvan Susandy tertulis pada Jumat, (17/5/2024).

Bila melihat pada laman resmi bursa, MKBD Minna Padi tercatat sebesar Rp29.4 miliar. Nilai ini terus turun dari periode yang sama tahun 2023 sebesar Rp 28 miliar dan 2022 Rp37,04 miliar.

Dalam keterangan terpisah, Minna Padi menjawab menjawab surat Permintaan penjelasan bursa terkait belum dapat terpenuhinya nilai minimum MKBD Perseroan pada tanggal 14 Mei 2024.

Menurut manajemen, MKBD Perseroan pada tanggal 1,4 Mei 2024 belum dapat memenuhi nilai minimum dikarenakan terjadi kesalahan perhitungan pada sistem kami terutama berkaitan dengan perhitungan portofolionya.

“Pada Sistem kami, Nilai pasar wajar efek BTEL adalah sebesar Rp. 43.444.875.000,- sedangkan Ranking Liability ditambah Penyesuaian Risiko Pasar Haircut 85% adalah sebesar Rp, 45.071.051.992,-. Dimana seharusnya nilai Ranking Liability ditambah Penyesuaian Risiko tidak lebih besar dari Nilai Pasar Modal. Terdapat selisih sebesar Rp. 1,626.176,992,-,” jelas perseroan.

Dengan dilakukannya pembetulan perhitungan tersebut PADI mengklaim MKBD tersebut masih mencukupi persyaratan MKBD yang diwajibkan. Selain itu kami juga telah mengajukan utang sub-ordinasi untuk meningkatkan MKBD Perseroan.

Perseroan pun mengaku suspensi aktivitas perdagangan memiliki dampak terhadap penurunan pendapatan komisi dan risiko kehilangan nasabah kami. Mengingat lebih dari 95% pendapatan Perseroan berasal dari kegiatan perantara perdagangan efek.

Terkait hal ini, perusahaan akan menginformasikan kepada seluruh nasabah kami dan kami berusaha memenuhi data yang diminta oleh tim pemeriksa dari Bursa agar suspensinya dapat segera dibuka.

“Strategi dan upaya Perseroan saat ini adalah dengan melakukan penjualan aset tetap Perseroan untuk meningkatkan MKBD dan meningkatkan transaksi nasabah melalui kompetisi trading, dan mencari investor,” ujarnya.

[Gambas:Video CNBC]


Artikel Selanjutnya


Awal Tahun IHSG Dibuka Loyo, Ini Pesan Wapres Ma’ruf Amin


(ayh/ayh)




Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *