Jakarta, CNBC Indonesia – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) membenarkan bahwa aksi transaksi kepemilikan silang antara saham PT Bank MNC Internasional Tbk. (BABP) dan PT Bank Nationalnobu Tbk. (NOBU), termasuk dalam proses peleburan kedua bank milik dua konglomerat kakap itu.

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae menyampaikan bahwa aksi pertukaran saham bank milik Grup MNC dan Grup Lippo itu telah dilaporkan kepada otoritas sebelum direalisasikan.

“Hal tersebut merupakan wujud komitmen kedua belah pihak untuk memuluskan jalan menuju merger kedua bank,” ujar Dian saat dihubungi CNBC Indonesia, Rabu (15/5/2024).

Seperti diketahui, NOBU atau Nobu Bank sedang dalam proses merger dengan BABP atau MNC Bank. Ini sebagaimana ditetapkan OJK yang mengumumkan bahwa kedua bank itu harus berkonsolidasi karena belum memenuhi ketentuan modal inti Rp3 triliun.

Berdasarkan data KSEI per 8 Mei 2024, entitas usaha Grup MNC, PT MNC Land Tbk. (KPIG) tercatat melepas sebanyak 4,44 miliar saham BABP atau sebesar 6,82%. Saham yang dilepas itu berpindah ke entitas usaha Grup Lippo, PT Prima Cakrawala Sentosa, menjadi kepemilikan saham BABP perdananya.

Sementara itu, Prima Cakrawala Sentosa melepas 747,84 juta NOBU atau sebesar 10%. Saham yang dilepas itu berpindah ke KPIG.

Dengan begitu, masing-masing entitas usaha kedua konglomerat kakap itu “bertukar” kepemilikan saham.

Terkait informasi detail skema konsolidasi kedua bank tersebut, Dian mengatakan itu masih dalam tahap negosiasi antara kedua pihak. Dalam hal ini, ia menyatakan OJK tidak memberi arahan khusus.

“Detil skema merger masih terus dinegosiasikan di antara kedua belah pihak dan OJK tidak mendiktekan skema tertentu. Karena rencana merger tersebut sejatinya merupakan inisiatif PSP [pemegang saham pengendali] kedua bank dan bersifat B to B [Business to Business],” jelasnya.

Dalam perkembangan terpisah, pemegang saham Hanwha Life sepakat untuk memasuki sektor perbankan di Indonesia melalui akuisisi 40% saham PT Bank Nationalnobu Tbk. (NOBU).

Mengutip Korean Times, Selasa (7/5/2024), asuransi jiwa asal Korea Selatan itu menyebut langkah akusisi tersebut merupakan upaya perusahaan melakukan ekspansi ke pasar keuangan Asia Tenggara.

[Gambas:Video CNBC]



Artikel Selanjutnya


Merger Bank Nobu dan Bank MNC Alot! OJK Blak-blakan Penyebabnya


(mkh/mkh)




Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *