Jakarta, CNBC Indonesia- Gejolakan global yang masih berlanjut turut mengerek kenaikan sejumlah harga komoditas diantaranya emas dan tembaga. Dimana untuk harga komoditas tembaga berjangka terus mencatatkan kenaikan yang signifikan ke level USD9.768,65 per metrik ton pada Kamis (25/04/2024).

Head of Corporate Communication PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA), Tom Malik mengatakan dinamika harga komoditas termasuk emas dan tembaga tidak lepas dari efek dinamika pasar global yang bisa menjadi kabar positif bagi industri terkait seperti MDKA.

Di tahun 2024, PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) terus mengoptimalkan tambang emas terbuka Tujuh Bukit di Banyuwangi Jawa Timur dengan target produksi 100-120 ribu ounce. Selain itu MDKA juga tengah menggarap proyek emas Pani di Gorontalo dengan potensi emas 6,7 juta ounce dan ditargetkan diproduksi pada 2028.

Namun demikian kenaikan harga komoditas disebut Tom Malik tidak berpengaruh terhadap produksi mengingat produksi telah melalui tahapan perencanaan yang lama. Dalam menghadapi dinamika harga, penambang hanya fokus pada peningkatan efisiensi produksi agar margin lebih maksimal.

Di sisi lain, MDKA melalui anak usaha PT Bumi Suksesindo (BSI) bersiap mengoperasikan proyek tambang tembaga bawah tanah kelas dunia yang masih ada di kawasan Tujuh Bukit Jawa Timur.

Seperti apa dampak kenaikan harga komoditas ke penambang logam? seperti apa strategi emiten logam menghadapi gejolak harga dan permintaan? Selengkapnya simak dialog Maria Katarina dengan Head of Corporate Communication PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA), Tom Malik dalam Closing Bell,CNBCIndonesia (Rabu, 15/05/2024)

Saksikan live streaming program-program CNBC Indonesia TV lainnya di sini




Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *