Jakarta, CNBC Indonesia – Bursa Efek Indonesia (BEI) menegur PT Eureka Prima Jakarta Tbk. (LCGP) akan potensi delisting. Saham emiten real estat ini telah disuspensi sejak 2 Mei 2019.

Berdasarkan Peraturan Bursa Nomor I-I tentang Penghapusan Pencatatan (Delisting) dan Pencatatan Kembali (Relisting) Saham di Bursa, Bursa dapat menghapus saham perusahaan tercatat dengan beberapa ketentuan tertentu. Antara lain, bila perusahaan mengalami kondisi atau peristiwa, yang secara signifikan berpengaruh negatif terhadap kelangsungan usaha perusahaan tercatat, baik secara finansial atau secara hukum, atau terhadap kelangsungan status perusahaan tercatat sebagai perusahaan terbuka, dan perusahaan tercatat tidak dapat menunjukkan indikasi pemulihan yang memadai.

“Jakarta, CNBC Indonesia – Bursa Efek Indonesia (BEI) menegur PT Nusantara Inti Corpora Tbk. (UNIT) akan potensi delisting. Saham emiten investasi ini telah disuspensi sejak 1 Maret 2021.

Berdasarkan Peraturan Bursa Nomor I-I tentang Penghapusan Pencatatan (Delisting) dan Pencatatan Kembali (Relisting) Saham di Bursa, Bursa dapat menghapus saham perusahaan tercatat dengan beberapa ketentuan tertentu. Antara lain, bila perusahaan mengalami kondisi atau peristiwa, yang secara signifikan berpengaruh negatif terhadap kelangsungan usaha perusahaan tercatat, baik secara finansial atau secara hukum, atau terhadap kelangsungan status perusahaan tercatat sebagai perusahaan terbuka, dan perusahaan tercatat tidak dapat menunjukkan indikasi pemulihan yang memadai.

“Sehubungan dengan hal tersebut di atas, maka dapat kami sampaikan bahwa saham PT Nusantara Inti Corpora Tbk. (Perseroan) telah disuspensi selama 18 bulan dan masa suspensi akan mencapai 24 bulan pada tanggal 1 Maret 2023,” tertulis dalam keterbukaan informasi yang dirilis BEI, dikutip Kamis (2/3/2023).

Merujuk pada Ketentuan III.3.1.2 Peraturan Bursa Nomor I-I, Bursa dapat menghapus saham perusahaan tercatat apabila saham perusahaan tercatat yang akibat suspensi di pasar reguler dan pasar tunai, hanya diperdagangkan di pasar negosiasi sekurang-kurangnya selama 24 bulan terakhir. Maka, ketentuan ini sudah dipenuhi oleh sama UNIT.

Adapun, susunan dewan komisaris dan direksi perseroan berdasarkan laporan keuangan periode 30 Juni 2020 adalah sebagai berikut, Komisaris Utam, Agus Roni Melani; Komisaris Independen, Khoiron Rokhim; Direktur Utama, Prianto Paseru; Direktur, Mohammad Su’ud.

Sementara itu, susunan pemegang saham per 29 April 2022 adalah Lenovo Worldwide dengan kepemilikan sebesar 16.423.425 saham atau setara 21,78%, Bloom International dengan kepemilikan sebesar 5.749.750 saham atau setara 7,62%, dan sisanya masyarakat dengan jumlah 53.249.025 saham atau sebesar 70,6%. Sehingga total saham sebesar 75.422.200.

“Sehubungan dengan hal tersebut di atas, maka masa suspensi saham PT Eureka Prima Jakarta Tbk (Perseroan) telah mencapai 60 bulan pada tanggal 2 Mei 2024,” tertulis dalam keterbukaan informasi yang dirilis BEI, dikutip Jumat (3/5/2024).

Merujuk pada Ketentuan III.3.1.2 Peraturan Bursa Nomor I-I, Bursa dapat menghapus saham perusahaan tercatat apabila saham perusahaan tercatat yang akibat suspensi di pasar reguler dan pasar tunai, hanya diperdagangkan di pasar negosiasi sekurang-kurangnya selama 24 bulan terakhir. Maka, ketentuan ini sudah dipenuhi oleh sama LCGP.

Adapun, susunan dewan komisaris dan direksi perseroan berdasarkan laporan keuangan periode 30 September 2021 adalah sebagai berikut, Komisaris Utama, Aryanto Sutadi; Komisaris, Lukman Bustommy; Komisaris, Bisler Simbolon; Komisaris Independen, Kunstransmiadi Inugroho; Direktur Utama, Imran Syamnir; Direktur, Djoko Rachmady; Direktur, Hervian Tahier.

Sementara itu, susunan pemegang saham per 30 April 2022 adalah Yayasan Kesehatan Bank Mandiri dengan kepemilikan sebesar 398.150.900 saham atau setara 7,07%, DP Bukit Asam dengan kepemilikan sebesar 312.500.000 saham atau setara 5,55%, Generasi Prima Sakti selaku pengendali dengan kepemilikan sebesar 10.005.504 atau setera 0,18% dan sisanya masyarakat dengan jumlah 4.909.344.510 saham atau sebesar 87,20%. Sehingga total saham sebesar 5.630.000.914.

[Gambas:Video CNBC]


Artikel Selanjutnya


Video: BEI Berlakukan PPK Full Call Auction, Dampak ke Investor Apa?


(ayh/ayh)




Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *