Jakarta, CNBC Indonesia – PT Mineral Industri Indonesia (Persero) atau MIND ID mencatat laba tahun berjalan yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk senilai Rp 24,34 triliun sepanjang 2023. Capaian tersebut naik 49,42% dibandingkan tahun 2022 yang sebesar Rp 16,29 triliun.

Mengutip keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), kenaikan laba tersebut di dorong oleh kontribusi bagian laba bersih dari PT Freeport Indonesia (PTFI) yang mencapai Rp 24,69 triliun sepanjang tahun 2023. Angka tersebut melesat 172,52% dibandingkan realisasi pada 2022 yang sebesar Rp 9,06 triliun.

MIND ID berhasil meraup pendapatan sebesar Rp 107,87 triliun. Pendapatan tersebut anjlok 15,02% dibandingkan pendapatan pada 2022 yang mencapai Rp 126,94 triliun.

Penyumbang pendapatan terbesar berasal dari sektor komoditas batu bara yang mencapai Rp 41,52 triliun. Akan tetapi sektor tersebut turun 14,13% dibandingkan realisasi pada 2022 yang mencapai Rp 48,35 triliun.

Selanjutnya, pendapatan terbesar kedua berasal dari komoditas emas yang mencapai Rp 26,12 triliun. Angka tersebut turun 17,39% dibandingkan 2022 sebesar Rp 31,62 triliun.

Kemudian, penyumbang ketiga berasal dari sektor aluminium sebesar Rp 9,29 triliun. Angka tersebut turun dari sebelumnya Rp 13,15 triliun pada 2022. Sedangkan, pendapatan bijih nikel mengalami kenaikan menjadi Rp 8,47 triliun dari tahun sebelumnya yang sebesar Rp 5,38 triliun.

Lalu, untuk pendapatan dari sektor feronikel sebesar Rp 5,67 triliun, logam timah dan tin solder Rp 6,32 triliun, tembaga Rp 5,09 triliun, alumina Rp 1,74 triliun, tin chemical Rp 725 miliar, bijih bauksit Rp 466,96 miliar, minyak dan gas Rp 426,52 miliar, dan lainnya Rp 937,06 miliar.

[Gambas:Video CNBC]



Artikel Selanjutnya


MIND ID Akan Kuasai 34% Saham Vale (INCO), Butuh Dana Berapa?


(mkh/mkh)




Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *