Jakarta, CNBC Indonesia – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terpantau kembali menguat pada perdagangan sesi I Rabu (24/4/2024), jelang penetapan hasil pemilihan umum presiden (pilpres) oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan keputusan suku bunga Bank Indonesia (BI).

Per pukul 09:39 WIB, IHSG sudah menguat 0,84% ke posisi 7.170,31. IHSG masih bertahan di level psikologis 7.100. Namun, jika IHSG dapat melesat hingga nyaris 2%, maka bukan tidak mungkin IHSG kembali menyentuh level psikologis 7.200.

Nilai transaksi indeks pada sesi I hari ini sudah mencapai sekitar Rp 2,2 triliun dengan melibatkan 4,7miliar lembar saham yang diperdagangkan sebanyak 226.644 kali.

Secara sektoral, sektor teknologi menjadi penopang IHSG pada sesi I hari ini, yakni mencapai 1,38%.

Beberapa saham juga menjadi penopang IHSG di sesi I hari ini. Berikut daftar sahamnya.

Saham emiten energi baru terbarukan (EBT) milik konglomerat Prajogo Pangestu yakni PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) menjadi penopang terbesar IHSG di sesi I hari ini, yakni mencapai 20,6 indeks poin.

IHSG kembali bergairah jelang penetapan hasil Pilpres 22024 oleh KPU dan keputusan suku bunga terbaru BI. KPU akan menetapkan pasangan calon (paslon)Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka sebagai presiden dan wakil presiden periode 2024-2029.

Penetapan ini dilakukan setelah Mahkamah Konstitusi (MK) menolak seluruh gugatan dalam sidang Perselisihan Hasil Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden 2024.

Ketua KPU, Hasyim Asy’ari menilai putusan MK menekankan Surat Keputusan KPU Nomor 360 Tahun 2024 tentang penetapan hasil Pemilu 2024 secara nasional dinyatakan benar dan tetap sah berlaku. Sehingga tahapan selanjutnya adalah penetapan presiden dan wakil presiden terpilih.

“Maka tahapan berikutnya untuk Pilpres adalah penetapan paslon presiden dan wakil presiden terpilih pemilu 2024 yang akan dilaksanakan pada Rabu, 24 April 2024 jam 10.00 WIB di Kantor KPU,” kata Hasyim Asy’ari, dikutip Selasa (22/4/2024).

Sebelumnya pada Senin lalu, MK memutuskan menolak seluruh permohonan yang diajukan kubu Anies maupun Ganjar. MK menyimpulkan dalil pemohon seperti dugaan penyalahgunaan bantuan sosial dan pelanggaran netralitas pejabat negara dalam Pilpres tidak beralasan hukum.

Dari 8 hakim, hanya 3 hakim MK yang menyatakandissenting opinionatau pendapat berbeda. Tiga hakim itu adalah Saldi Isra, Enny Nurbaningsih dan Arief Hidayat. Para hakim yang menyatakandissenting opinionsalah satunya menganggap terdapat dugaan penyalahgunaan penyaluran bansos untuk kepentingan Pilpres.

Sementara itu, BI juga akan mengumumkan hasil dari Rapat Dewan Gubernur (RDG) dan akan memutuskan apakah akan kembali menahan suku bunga acuannya atau secara mengejutkan menaikkan suku bunga acuannya.

Polling yang dihimpun oleh CNBC Indonesia Research dari 14 institusi menunjukkan sembilan di antaranya memproyeksi bahwa BI masih akan menahan suku bunga, tetapi lima di antaranya memproyeksikan BI akan menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin (bp) ke level 6,25%.

CNBC INDONESIA RESEARCH

[email protected]

Sanggahan: Artikel ini adalah produk jurnalistik berupa pandangan CNBC Indonesia Research. Analisis ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investasi terkait. Keputusan sepenuhnya ada pada diri pembaca, sehingga kami tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan tersebut.

[Gambas:Video CNBC]


Artikel Selanjutnya


IHSG Bersemangat Lagi, 5 Saham Ini Pemicunya


(chd/chd)




Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *