Jakarta, CNBC Indonesia – Bursa Efek Indonesia (BEI) memantau ketat pergerakan saham PT Superkrane Mitra Utama Tbk. (SKRN) karena mengalami penurunan harga saham secara signifikan. Hal itu guna memberikan perlindungan kepada para investor khususnya bagi pemegang saham SKRN.

“Dalam rangka perlindungan Investor, dengan ini kami menginformasikan bahwa telah terjadi penurunan harga saham PT Superkrane Mitra Utama Tbk. (SKRN) di luar kebiasaan (Unusual Market Activity),” tulis manajemen BEI, Rabu (24/4).

Namun, pengumuman UMA tidak serta merta menunjukkan adanya pelanggaran terhadap peraturan perundang-undangan di bidang pasar modal.

Informasi terakhir mengenai Perusahaan Tercatat adalah informasi tanggal 19 April 2024 yang dipublikasikan melalui website PT Bursa Efek Indonesia (Bursa) tentang pemberitahuan rencana Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST).

“Sehubungan dengan terjadinya UMA atas saham SKRN tersebut, perlu kami sampaikan bahwa Bursa saat ini sedang mencermati perkembangan pola transaksi saham ini,” ungkapnya.

Dengan demikian, para investor diharapkan untuk memperhatikan jawaban emiten atas permintaan konfirmasi Bursa, mencermati kinerja SKRN dan keterbukaan informasinya, kengkaji kembali rencana corporate action SKRN apabila rencana tersebut belum
mendapatkan persetujuan RUPS:

Serta mempertimbangkan berbagai kemungkinan yang dapat timbul di kemudian hari sebelum melakukan pengambilan keputusan investasi.

Mengutip RTI, saham SKRN anjlok 35,69% selama sebulan terakhir.

[Gambas:Video CNBC]



Artikel Selanjutnya


Masih Menanjak, IHSG Bisa Tutup Tahun 2023 di 7.300-an?


(ayh/ayh)




Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *