Jakarta, CNBC Indonesia- Menilik tren pelemahan nilai tukar di tengah sentimen global disebut Sekjen Asosiasi Industri Olefin Aromatik & Plastik Indonesia (Inaplas), Fajar Budiono turut berdampak ke Inaplas mengingat 50% masih tergantung bahan baku impor, meski di sisi lain akan membantu peningkatan pasar bagi substitusi bahan baku lokal.

Head of Center of Industry, Trade and Investment INDEF, Andry Satrio Nugroho menyebutkan masih tingginya ketergantungan bahan baku impor dan barang modal di sejumlah sektor seperti tekstil membuat pelemahan Rupiah akan berdampak pada peningkatan biaya produksi.

Seperti apa dampak pelemahan nilai tukar bagi industri manufaktur? Selengkapnya simak dialog Savira Wardoyo dengan Sekretaris Jenderal Asosiasi Industri Olefin Aromatik & Plastik Indonesia (Inaplas), Fajar Budiono dengan Head of Center of Industry, Trade and Investment INDEF, Andry Satrio Nugroho dalam Focus On Infra,CNBCIndonesia (Jum’at, 05/04/2024)

Saksikan live streaming program-program CNBC Indonesia TV lainnya di sini




Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *